1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sel elektrokimia adalah tempat terjadinya aliran elektron yang ditimbulkan oleh perubahan energi kimia menjadi energi listrik atau sebaliknya. Hal ini dimungkinkan dengan pemisahan reaksi oksidasi dan reduksi suatu reaksi redoks. Dua macam sel elektrokimia , yaitu sel volta (atau disebut juga sel galvanic) dan sel elektrolis(Hayyu,2009).
Elektrokimia adalah bidang ilmu kimia yang mempelajari perubahan energi kimia yang mempelajari perubahan energi kimia menjadi energi listrik atau sebaliknya. Suatu sel elektrokimia terdiri dari dua elektroda, yang disebut katoda dan anoda, dalam larutan elektrolit(Wordpress,2008).
Sel elektrokimia yaitu sel tempat energi kimia yang berubah menjadi energi listrik atau begitu pula sebaliknya. Dalam sel elektrolisis , arus listrik menghasilkan reaksi redoks. Dalam kehidupan sehari – hari pun juga sering terjadi hal – hal yang bersifat listrik. Dalam kehidupan sehari – hari banyak peristiwa yang bersangkutan dengan redoks. Redoks merupakan reaksi yang melibatkan peristiwa oksidasi dan reduksi secara bersamaan.
1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dari praktikum kimia dasar tentang sel – sel elektrokimia adealah aghar para praktikan mengetahui tentang reaksi – reaksi oksidasi dan jembatan garam.
Tujuan dari praktikum kimia dasar tentang sel – sel elektrokimia adalah untuk mengetahui transport elektron.
1.3 Waktu dan Tempat
Praktikum kimia dasar tentang sel – sel elektrokimia dilaksanakan hari Senin tanggal 15 November 2010 pukul 17.00 – 20.00 WIB bertempat di gedung C lantai 1 Laboratorium Ilmu – ilmu Perairan (IIP). Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan , Universitas Brawijaya, Malang.
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Sel Elektrokimia
Elektrokimia adalah bidang ilmu kimia yang mempelajari perubahan energi kimia menjadi energi listrik atau sebaliknya . suatu sel elektokimia terdiri dari dua eletroda, yang disebut katoda dan anoda, dala larutan elektrolit. Pada elektroda katoda terjadi reaksi reduksi. Sedangkan reaksi oksidasi terjadi pada anoda sel elektrokimia dapat dibagi menjadi:
1.Sel Volta / sel galvani : merubah energi kimia menjadi energi listrik
Contoh : batrai (sel kering), accu
2.sel elektrolisis : merubah energi listrik menjadi energi kimia
Contoh: penyepuhan, pemurnian logam
(Wordpress,2008).
Sel elektrokimia adlah tempat terjadinya aliran elektron yang ditimbulkan oleh perubahan energi kimia menjadi energi listrik atau sebaliknya. Hal ini dimungkinkan dengan pemisahan reaksi oksidasi dan reduksi suatu reaksi redoks(Hayyu,2009).
2.2 Pengertian Redoks
Reaksi redoks adalah reaksi yang melibatkan peristiwa oksidasi dan reduksi secara bersamaan. Reaksi redoks dapat terjadi secara spontan dan tidak spontan. Suatu reaksi redoks spontan dapat berlangsung tanpa bantuan listrik. Sementara itu reaksi tidak spontan hanya terjadi dengan bantuan listrik(Hayyu,2009).
Oksigen bereaksi dengan kebanyakan unsur untuk membentuk senyawa yang kita sebut oksida, dan sejak oksigen ditemukan, istilah “Oksidassi ” telah dikaitkan dengan macam reaksi itu. Magnesium, mislnya dengan mudah bersenyawa oksigen , sehingga permukaan logam yang baru saja tersingkap akan dengan cepat “teroksidasi” menhasilkan larutan magnesium oksidasi, MgO. Besi juga di oksidasi perlahan – lahan di udara dan membentuk karat yang tersusun atas Fe2O3. Juga telah diketahui sejak zaman besi bahwa zat yang sekarang kita sebut besi oksida dapat diuraikan, atau “direduksi” , menghasilkan logam bebas. Oleh karena itu, pemulihan suatu logam dari oksidasinya dikenal sebagai “reduksi”.
oksidasi : hilangnya elektron oleh suatu zat
reduksi : perolehan elektron oleh suatu zat
(Brady,1994).
2.3 Pengertian Asam Basa
Asam itu berasal dari bahasa latin , yaitu defan ktaoclus yang artinya masam. Asam menurut arhenius adalah senyawa yang menghasilkan ion hidrogen ketika larut dalam pelarut air. Kekuatan asam ditentukan oleh sebanyak – banyaknya ion hidrogen yang dihasilkan. Suatu zat dapat dikatakan asam apabila zat tersebut memiliki sifat – sifat sebagai berikut:
a. Memiliki rasa asam / masam / kecut jika dikecap
b. Amenghasilkan ion H+ jika dilarutkan dlam air
c. Memiliki ion pH kurang dari 7 (pH < 7)
d. Bersifat korosif , dapat menyebabkan karat pada logam.
e. Jika diuji dengankertas lakmus, mengakibatkan perubahan warna sebagai berikut:
· Lakmus biru : berubah menjadi warna merah
· Lakmus merah : tetap berwarna merah
f. Menghantar arus listrik
g. Bereaksi dengan logam menghasilkangas hidrogen.
Basa kalau menurut arhenius ialah senyawa yang terlarut dalam air yang sudah menghasilkan ion hidroksida (OH). Semakin banyaknya jumlah ion OH yang dihasilkan , maka semakin kuat lah sifat basanya. Bas ajuga dapat menetralisasikan asam (H+) dan menghasilkan air
(H2O)(Octa,2010).
(H2O)(Octa,2010).
Asam dan basa mempunyai sifat – sifat tertentu yang membantu kita untuk mengenali mereka. Misalnya suatu larutan asam mempunyai cita rasa asam. Dipihak lain, basa seperti magnesium hidroksida dalam susu magnesia mempunyai rasa pahit. Suatu sifat asam dan basa yang lain adalah efek mereka terhadap indikator , bahan kimia yang warnanya bergantung pada keassaman dan kebasaan larutannya. Bila dinyatakan dalam istilah modern, definisi Arrhenius dari asam dan basa : “suatu asam adalah suatu zat yang meningkatkan kosentrasi ion hidronium, H3O+, dalam suatu larutan air, dan suatu basa adalah zat yang meningkatkan kosentrasi ion hidroksida, OH-”(Brady,1994).
2.4 Penjelasan Avometer, CuSO4,ZnSO4, FeSO4
Avometer berasal dari kata “AVO” dan “meter”. ‘A’ artinya ampere, untuk mengukur arus listrik . ‘V’ artinya voltase , untuk mengukur voltase atau tegangan. ‘O’ artinya ohm, untuk mengukur ohm atau hambatan. Terakhir , yaitu atau satuan dari ukuran. AVO meter sering disebut dengan multitester. Secara umum pengertian dari AVO meter adalah suatu alat untuk mengukur arus , tegangan , baik tegangan bolak – balik (AC) maupun tegangan searah (DC) hambatan listrik(Scribd,2010).
Multimeter merupakan alat ukur yang sangat berguna dalam membuat pekerjaan kita menjadi lebih muda dengan mengenal kerusakan, tahanan, arus, ,maupun tegangan. Multimeter dibagi menjadi dua yaitu analog dan digital (Anawinta,2010).
Jika sebatang besi diletakkan di udara terbuka , lama – kelamaan berkarat. Reaksi perkaratan :
Pada peristiwa perkaratan besi nerkarat dengan oksigen pada pembuatan besi murni terjadi pengeluaran atau pengurangannya dari biji besi. Fe2O3 mengalami reaksi . kata reduksi berasl dari kata pengurai . jika oksidasi adalah peristiwa penggabungan pada persamaan berikut:
Reduksi adalah proses pengambilan / pengeluaran oksigen dari satu zat . pelepasan , dan penangkapan elektron pada ZnSO4 bila pada notasi sel Zn/Zn2+//SO42-/SO4(Wijayanti,2010).
Avometer merupakan gabungan dari fungsi alat ukur amperometer untuk mengukur kuat arus listrik , voltmeter untuk mengukur besar tegangan listrik dan ohm meter untuk mengukur hambatan listrik(Godam,2010).
3. METODOLOGI
3.1 alat dan Fungsi
alat – alat yang digunakan dalam praktikum Kimia Dasar tentang sel – sel Elektrokimia adalah sebagai berikut :
- Nampan : Wadah alat dan bahan.
- Kabel : Sebagai penghubung anatara logam dan
Avometer.
- 3 gelas beaker 100 mL : Sebagai wadah larutan
- Pupa U : Sebagai wadah jembatan garam.
- Avometer : Untuk mengukur Volt,Ampere,Ohm.
- Lempeng logam Zn,Cu,dan Fe : Sebagai indikator uji sel – sel elektrokimia.
- Pipet tetes : Untuk mengambil larutan.
3.2 Bahan dan Fungsi
Bahan yang digunakan dalam praaktikum Kimia Dasar tentang sel – sel elektrokimia adlah sebgai berikut:
- 50 ml larutan CuSO4 0,1 M : Sebagai indikator uji sel – sel elektrokimia
- 50 ml larutan ZnSO4 0,1 M : Sebagai indikator uji sel – sel elektrokimia
- 50 ml larutan FeSO4 0,1 M : Sebagai indikator uji sel – sel elektrokimia
- Aquades : Sebagai komposisijembatan garam.
- Agar : Sebagai komposisi jembatan garam.
- Jembatan garam : Sebagai penghantar elektron.
- Alumunium foil : Sebagai penutup beaker glass agar larutan
dalam beaker glass tidak menguap.
- Kertas label : Untuk menandai beaker glass agar tidak
tertukar.
- Air : Untuk mencuci alat.
- Tissu : Untuk membersihkan alat.
3.3 Skema kerja
3.3.1 Cu dan Zn

3.3.2 Cu dan Fe

3.3.3 Zn dan Cu

3.3.4 Fe dan Cu

4. PEMBAHASAN
4.1 Analisa Prosedur
4.2 Analisa Hasil
4.3 Data Hasil Pengamatan
5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil praktikum Kimia Dasar tentang sel – sel elektrokimia
5.2 Saran